Home

Tampilkan postingan dengan label cisco. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cisco. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 Januari 2014

OSI LAYER



OSI Preference Model atau model referensi OSI terdiri atas lapisan berjumlah 7 buah (layer). Ketujur layer tersebut yaitu :

1.     Physical
2.     Data link
3.     Network
4.     Transport
5.     Session
6.     Presentation
7.     Application

Perlu dipahami bahwa OSI layer bukanlah protokol. Untuk memudahkan menghapal ketujuh layer ini, kita dapa menggunakan akronim, missal :

All – People – Seem – To – Need – Data – Processing

Atau

Anak – Pak – Soleh – Tidak – Nakal – Dan – Pintar

Pembaca yang budiman pasti punya cara yang lebih menarik untuk menghapalkan ketujuh layer tersebut. Berikut ini disajikan tabel yang menjelaskan fungsi setiap layer beserta contoh – contoh protokol yang sesuai untuk masing – masing layer.

Jumat, 17 Januari 2014

Tentang Cisco System



Cisco system adalah sebuah perusahaan yang didirikan pada tahun 1984 oleh dua orang eks-staf eks-staf Stanford University bernama Leonard Bosack  dan Sandy K. Kerner. Bisnis utama cisco meliputi berbagai perangkat internetworking, seperti router, bridge, hub dan switch.

Kisah tentang cisco system dimulai sekitar tahun 1980 hingga 1981, yaitu setelah Xerox PARC (Polo Alto Research Center) menghibahkan beberapa computer Alto dan Ethernet Card kepada Universitas Standford.

Menurut sumber tertentu (yang pernah penulis dapatkan). Komputer Alto merupakan cikal-bakal komputer grafis yang telah mengilhami Steve Jobs (pendiri Apple Computer) untuk Macintosh yang legendaris. Selain itu, teknologi Ethernet yang digunakan oleh Alto juga telah mengilhami beberapa staf Stanford untuk melakukan riset di bidang jaringan komputer. Sehingga komputer – komputer  yang ada di lingkungan Universitas Stanford dapat saling berkomunikasi melalui jaringan komputer.

Pada mulanya staf Stanford hanya melakukan riset dan bekerja untuk tujuan ilmiah dan pendidikan. Kemudian, dua orang staf bernama Leonard Bosack dan Sandy K. Lerner menginvestasikan dana pribadi untuk mengembangkan multiprotocol router yang “ditanamkan” dalam perangkat berbentuk “seperti komputer” yang di beri label Cisco

Minggu, 12 Januari 2014

IP Telephony



Power Over Ethernet
Cisco IP phone seperti node lainnya pada network. Agar dapat beroperasi harus ada daya yang didapat dari listrik. Sumber power bisa berupa:
·         AC adapter eksternal

·         Power Over Ethernet (arus DC) via kabel data (kabel network). Opsi kedua ini disebut juga sebagai inline power atau Power Over Ethernet (PoE). Standar yang digunakan yaitu :
o   Cisco inline Power (ILP)
Power diberikan via kabel data, yaitu kabel 2 dan 3 (atau pin RJ-45 nomer 1,2 dan 3,6) dengan tegangan 48 V DC

o   IEEE 802.3af
Mirip dengan ILP, (menggunakan pin RJ-45 nomor 1,2 dan 3,6 atau kabel 1 dan 4 (atau pin 4,5 dan 7,8)

Konfigurasi PoE relatif sederhana. Setiap port switch dapat secara otomatis mendeteksi adanya perangkat yang mendukung inline power sebelum memberikan power kepada perangkat berbeda. Sehingga tidak akan menyebabkan kerusakan.

Berikut ini contoh perintah untuk konfigurasi PoE pada interface fa0/1
Switch(config)#int fa0/1
Switch(config-if)#power inline {auto [max milli-watts] | static [max milli-watts] | never}


Kamis, 09 Januari 2014

frame relay



Frame relay merupakan salah satu alternatif dari sekian banyak protokol atau teknologi yang di implementasikan dalam WAN. Frame relay jauh lebih “maju” dibandingkan point-to-point WAN link yang sudah ada. Network Frame Relay dapat dikategorikan sebagai network multi-access yang artinya ada lebih dari 2 buah perangkat yang bisa terhubung pada network. Hampir mirip dengan LAN, bedanya pada Frame Relay tidak dapat dikirim frame broadcast (yang bekerja pada layer data link). Sehingga Frame Relay disebut juga sebagai NBMA atau nonbroadcast multi-access network.

Frame Relay Cloud terdiri dari atas beberapa buah switch Frame Relay. Kita tidak akan membahas bagaimana melakukan konfigurasi switch Frame Relay. Materi tentang switching dibahas pada buku Cisco CCNP-SWITCH

spanning tree



PENDAHULUAN
Pembaca yang budiman, satu hal yang memberatkan hati penulis ketika melangkah ke bab ini (dan bab berikutnya) adalah sulitnya melakukan praktik perintah-perintah dengan hanya berbekal packet tracer dan GNS3. Kita benar-benar hanya memerlukan perangkat switch sungguhan. Memang ada beberapa perintah yang bisa diuji pada packet tracer dan GNS3. Namun, hasilnya kadangkala tidak sama dengan apa yang penulis harapkan.


Meskipun cukup berat, penulis berusaha untuk menyelesaikan semua bab dengan segenap kemampuan yang ada. Semoga saja Pembaca yang budiman tidak kecewa dengan tidak dapat sepenuhnya mempraktikkan materi bab ini (dan seterusnya) berbekal packet tracer atau GNS3.


Kita sudah belajar melakukan konfigurasi trunk link. Dua buah switch dapat berkomunikasi via trunk link. Lalu apa yang terjadi jika suatu ketika trunk link mengalami masalah ? penyebab masalah bisa berbagai kemungkinan. Mulai dari kesalahan konfigurasi, bridging loop, broadcast traffic, sampai dengan kerusakan fisik pada jalur kabel yang digunakan. Kondisi ini dapat menyebabkan komunikasi di antar kedua switch terputus.

Senin, 06 Januari 2014

Implementasi VLAN



1. PENDAHULUAN VLAN
 VLAN atau virtual LAN atau logical LAN atau logical subnet merupakan sebuah cara untuk memecah network menjadi beberapa network (segmen) yang lebih kecil. Tujuan utama VLAN adalah untuk memperkecil jumlah traffic broadcast pada masing-masing subnet, sehingga setiap subnet akan memiliki broadcast domain-nya sendiri.

Logical-subnet adalah sekumpulan port switch yang digunakan untuk menghubungkan VLAN yang sama.
Physical subnet adalah sekumpulan perangkat yang berbagi media transmisi fisik (wire) yang sama.
Berdasarkan informasi dari berbagai sumber yang pernah penulis dapatkan, VLAN dapat dikelompokkan dalam beberapa kategori :

a. berdasarkan membership type

·         Static VLAN
Anggota VLAN ditentukan berdasarkan port pada switch yang hanya dapat diubah dengan memindahkan kabel yang terhubung ke port tersebut. VLAN statis mudah dikonfigurasi dan relatif aman

·         Dynamic VLAN
Anggota VLAN ditentukan secara logika, berdasarkan MAC address, username, IP address, atau tipe protokol yang digunakan oleh paket data.


Internet Protocol Versi 6




A.  MENGAPA IPV6 ?
IPv6 atau IP address versi 6 atau Next Generation IP address (IPng), adalah IP address yang digunakan pada protokol IPv6. IPv6 atau Internet Protocol versi 6, merupakan protokol IP terbaru yang dicadangkan untuk keperluan masa mendatang. Sudah sekitar dua puluh tahun lebih, internet berkembang menggunakan Internet Protocol Version 4 (IPv4). IPv4 menyediakan IP address sepanjang 32 bit atau sejumlah 232 buah IP address. Alokasi IP address sebanyak itu pada mulanya dianggap cukup. Hingga pada tahun 1991, timbul kekhawatiran bahwa suatu saat jumlah host yang terhubung ke internet akan melebihi kapasitas IPv4.


Kekhawatiran tersebut mendorong para ahli untuk merumuskan versi protokol internet yang lebih baru. Proposal diajukan pada tahun 1992 dan selama beberapa tahun mendapat masukan dari berbagai pihak. Setelah mengalami perjalanan panjang, akhirnya terbentuklah sebuah protokol baru yang disebut Internet Protocol  Version 6 (IPv6) atau Next Generation Internet Protocol.


PATH CONTROL




Rute yang ditentukan oleh perangkat router secara otomatis, umumnya dapat menyelesaikan kebanyakan persoalan routing. Namun, ada saja masalah network yang muncul dan sulit di atasi secara otomatis oleh perangkat router. Sehingga diperlukan campur tangan admin network.

Protokol OSPF, EIGRP, dan protokol routing lainnya tidaklah sempurna. Oleh sebab itu, kadangkala kita perlu menentukan dan memprediksi traffic secara manual. Sebagai contoh, beberapa aplikasi firewall, voice, dan aplikasi tertentu mengharuskan kita untuk menentukan rute traffic secara manual.

Pada bagian ini kita akan mempelajari Path Control. Path control mengacu pada sekumpulan tool dan protokol yang digunakan oleh perangkat Layer 3 dalam memanipulasi dan mempelajari IP routing. Kita akan dapat belajar bagaimana menggabungkan beberapa protokol routing. Misalkan menggabungkan network EIGRP, RIP dan OSPF. Kita juga akan belajar bagaimana memilih dan menentukan path sesuai kebutuhan.

OSPF




Open Shortest Path First (OSPF) dikembangkan untuk menggantikan protokol RIP (Routing Transport Protocol). OSPF merupakan protokol Routing Link State (LS) yang bersifat open-standard (non-proprietary) dan sudah dipublikasikan pada dokumen RFC 2328.

OSPF dikembangkan menggunakan algoritma Djisktra’s Shortest Path First (SPF). OSPF lebih kompleks dibandingkan EIGRP. Sehingga lebih banyak landasan teori yang harus dipelajari dibandingkan EIGRP. Selain itu, kita dituntut untuk melakukan perencanaan topologi network secara matang sebelum mengimplementasikan OSPF.

Seperti halnya EIGRP. OSPF dapat melakukan konvergensi secara cepat dan menentukan path terbaik berdasarkan cost terendah. Protokol jenis LS dapat mempelajari lebih banyak informasi tentang struktur network dibandingkan jenis protokol yang lain. Sehingga lebih banyak juga informasi yang dipertukarkan antar sesama neighbor.

EIGRP (Enchanced Interior Gateway Routing Protocol)



a.       Protocol routing
Protocol routing merupakan salah satu komponen terpenting pada network TCP/IP. Protocol routing secara dinamis berkomunikasi untuk menentukan rute terbaik mencapai tujuan. Paket di-forward dari salah satu router ke router yang lain.

Sudah cukup banyak protokol routing yang dikembangkan, seperti RIP,EIGRP, OSPF, BGP, IS – IS dan sebagainya. Ada yang bersifat open (terbuka dan didukung berbagai vendor perangkat) ada juga yang proprietary (hanya untuk perangkat buatan vendor tertentu). Kadangkala ada kemiripan antara satu protokol routing dengan yang lain. Sehingga cukup sulit bagi kita untuk menguasai semuanya.

Oleh sebab itu, sebelum membahas salah satu protokol routing penulis merasa perlu untuk membuat rangkuman yang mengawali bab ini. Memang agak aneh… tapi mudah – mudahan setelah membaca rangkuman ini. Pembaca yang budiman bisa memperoleh gambaran umum tentang apa yang sedang dipelajari.